Syarat Kambing dan Domba Aqiqah Menurut Syariat Islam

Syarat Kambing dan Domba Aqiqah Menurut Syariat Islam

Syarat Kambing Aqiqah – Kelahiran anak dalam Islam, tentu identik dengan yang namanya aqiqah anak. Umumnya aqiqah ini dilaksanakan di hari ke tujuh kelahiran anak.

Aqiqah sendiri merupakan pengurbanan hewan yang menjadi bentuk rasa syukur dari umat muslim kepada Allah SWT. Dalam aqiqah terdapat syarat kambing dan domba aqiqah yang bisa digunakan.

Dalam syarat kambing dan domba aqiqah ini menurut alim ulama Islam disamakan dengan hewan qurban. Syarat sah nya adalah jenis hewan aqiqah, umur kambing atau domba, syarat fisik kambing atau domba. Ini semua penting untuk diperhatikan agar aqiqah yang dilakukan sempurna.

Rasulullah SAW juga telah memerintahkan untuk menyembelih satu ekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Domba pun juga demikian.

Ketentuan Syarat Kambing dan Domba Aqiqah

Syarat Kambing dan Domba Aqiqah Menurut Syariat Islam

Tipe hewan yang diperlukan dalam aqiqah ini merupakan jenis hewan mamalia kecil seperti domba, kambing dan juga biri-biri. Untuk kategori jenis kelamin kambing yang digunakan untuk aqiqah ini adalah jantan atau betina.

Keduanya sama saja dan tidak menimbulkan masalah. Seperti sabda Nabi Muhammad Saw dari jalan Ummu Kurz, …tidak mudharat bagi kamu sekalian apakah kambing laki-laki ataukah kambing perempuan…”

Untuk umur kambing yang digunakan untuk aqiqah seperti telah dikiaskan dengan umur kambing yang digunakan untuk qurban. Yaitu untuk domba ataupun biri-biri cukup berumur satu tahun ataupun masih kurang sedikit juga bisa.

Sedangkan untuk umur kambing yang digunakan untuk aqiqah memiliki umur yang sudah cukup dua tahun dan telah masuk tahun ketiga. Kambing yang telah diaqiqahkan harus berupa kambing yang sehat dan bagus. Jangan pilih kambing yang sakit atau cacat.

Syarat Jumlah dan Jenis Kelamin

syarat kambing aqiqah

Di dalam pelaksanaan aqiqah, untuk syarat memotong kambing atau domba untuk aqiqah dilihat dari sisi jenis kelamin dan juga jumlahnya. Jika berdasarkan pada hadits nabi, maka untuk anak laki-laki memakai dua ekor kambing atau domba.

Sementara itu, untuk anak perempuan memakai satu ekor kambing atau domba saja. Tetapi ketika tidak mampu untuk melaksanakannya, maka dapat melaksanakannya dengan menggunakan satu ekor kambing yang dipakai untuk melaksanakan aqiqah dan anda bisa mendapat balasan pahalanya juga.

Lantas untuk syarat sah jenis kelamin kambing yang akan dipakai untuk aqiqah ini yang seperti apa? Untuk masalah jenis kelamin, sebenarnya tidak masalah apakah mau menggunakan kambing laki-laki atau perempuan.

Sebenarnya pemilihan jenis kelamin kambing untuk aqiqah diperbolehkan menggunakan kambing jantan atau betina. Ini sama saja, namun yang membedakan adalah jika menggunakan kambing betina, maka tidak boleh yang sedang dalam kondisi hamil.

Syarat Fisik Kambing dan Domba Untuk Aqiqah

Jika berpedoman pada pendapat ulama Salaf, maka syarat fisik dari kambing dan domba yang digunakan untuk aqiqah adalah sama seperti syarat fisik hewan qurban.

Kondisi fisik kambing atau domba harus berada dalam keadaan sehat, bebas penyakit, tidak cacat fisik dan berat timbangannya. Untuk kambing aqiqah jantan pilih kambing yang tidak cacat, tidak buta, Harus gemuk dan tidak boleh terlalu kurus.

Sebenarnya bukan kambing cacat yang tidak diperbolehkan dalam hal ini. Akan tetapi, jika kambing mempunyai tanduk yang patah atau gigi lepas dalam masa pergantian dan juga bulunya rontok.

Kambing sedang dalam kondisi sakit ringan atau sakit yang membahayakan hidup kambing untuk aqiqah.

Dalam memilih kambing untuk aqiqah yang memenuhi syarat sah memang bukan hal yang mudah. Sehingga kita harus benar-benar teliti dalam memilih hewan yang akan digunakan sebagai aqiqah.

Syarat Umur Kambing Aqiqah

Batasan umur dari kambing atau domba untuk aqiqah ini kita tidak boleh sembarangan. Kita haruslah merujuk kepada hadits Nabi Muhammad Saw. Hewan yang akan digunakan sebagai aqiqah jika belum mempunyai usia yang cukup, maka ini dapat berimplikasi terhadap ibadah aqiqah yang akan dilaksanakan menjadi sebuah amalan yang tidak sah. Seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa syarat dari usia hewan untuk aqiqah sama dengan hewan qurban.

Di bawah ini terdapat kutipan hadits yang telah diriwayatkan oleh Muslim tentang umur hewan qurban. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dirinya berkata, Rasulullah Saw telah bersabda:

“لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ”

Terjemahan: ” Jangan diantara  kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika bagi kalian semua ditasa sulit maka kalian dapat menyembelih jadza’ah dari domba.” (HR Muslim 1963)

Musinnah

Yang dimaksud dengan Musinnah adalah kecukupan umur hewan yang akan disembelih. Di bawah ini merupakan rincian musinnah dari beberapa hewan yang bisa digunakan untuk qurban. Pada hari raya Idul Adha. Musinnah dari kambing yaitu sat kambing telah berusia 1 tahun dan sudah masuk usia tahun kedua.

Sementara itu, untuk musinnah dari sapi yaitu setelah berusia dua tahun dan telah masuk tahun ketiga. Musinnah hewan unta jika sudah genap lima tahun dan masuk tahun keenam.

Jadza’ah

Pengertian dari Jadza’ah merupakan domba yang sudah berusia enam bulan sampai dengan berumur satu tahun. Jika dilihat dari penjelasan tadi, umur kambing yang digunakan untuk aqiqah maka paling tidak harus memiliki usia lebih dari satu tahun.

Dimana anda dapat beraqiqah menggunakan berbagai macam jenis kambing seperti halnya kambing jawa, kambing etawa, kambing garut, domba, gibas, biri-biri, kambing benggala dan lain sebagainya.

Jika dalam mencari kambing yang usianya lebih dari satu tahun anda merasa kesulitan, maka anda bisa beraqiqah dengan menggunakan kambing atau domba yang memiliki usia kurang dari satu tahun atau yang usianya lebih dari 6 bulan untuk aqiqah.

Dengan cacatan ini hanya jika anda kesulitan mencari dan mendapatkan kambing musinnah.

Ukuran Kambing Untuk Aqiqah

Dalam hal aqiqah, maka ukuran hewan aqiqah seperti kambing atau domba yang digunakan adalah yang memiliki ukuran besar dan tidak kurus.

Memiliki berat badan yang bagus. Selain itu juga harus memenuhi syarat-syarat seperti yang telah dijelaskan tadi. Sehingga banyak dagingnya yang bisa dibagikan kepada penerimanya.

Sementara itu, untuk penyaluran daging kambing atau domba yang digunakan untuk aqiqah ini bisa dalam keadaan mentah ataupun matang.

Dengan mengadakan walimah ataupun hanya sekedar disalurkan, maka sebaiknya diutamakan dibagikan pada lingkungan bayi yang dibesarkan dengan tidak melupakan fakir miskin serta anak-anak yatim.

Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban

Sebenarnya syarat kambing dan domba aqiqah dan juga qurban memiliki banyak persamaan. Persamaannya adalah sama-sama ritual yang dilakukan dengan cara penyembelihan hewan.

Dagingnya juga sama-sama boleh dimakan oleh yang menyembelihnya, walaupun sebaiknya diberikan kepada fakir miskin, namun boleh juga diberikan sebagai hadiah.

Sementara itu, perbedaan syarat kambing dan domba aqiqah dan qurban adalah berdasarkan informasi dari hujjah berdasarkan pendapat Imam As-Shan’ani, Imam Syaukani, dan juga Imam Ibnu Hazm bahwa hewan kambing atau domba untuk aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur atau usia tertentu atau harus tidak cacat seperti pada syarat kambing Idul Adha. Walaupun yang lebih utama adalah sebaiknya kambing atau domba yang tidak cacat.

Imam As-Shan’ani pada kitabnya Subulus Salam (4/1428) dirinya berkata :

“Pada lafadz syaatun (yang terdapat di dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang telah menyamakan persyaratannya, mereka hanya berdalil dengan qiyas.”

Untuk waktu pelaksanaan aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi dan hari-hari lainnya. Akan tetapi untuk pelasanaan qurban dilaksanakan khusus pada bulan haji atau bulan Dzulhijah. Jadi tidak bisa setiap hari dilakukan penyembelihan hewan qurban.

Tujuan dan Manfaat Aqiqah

Ada banyak hadits yang meriwayatkan mengenai aqiqah ini. Dengan demikian, aqiqah menjadi sunnah dari Nabi Muhammad Saw. Jika anda melakukannya maka bisa mendapatkan pahala. Namun jika tidak melakukannya tentu tidak berdosa. Salah satu hadits yang meriwayatkan tentang aqiqah adalah:

Diriwayatkan dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda:”anak yang baru saja lahir sebaiknya diaqiqahi. alirkan darah (disini yang dimaksud adalah menyembelih kambing) dan hilangkan kotoran dan penyakit yang menyertai diri anak denga mencukur rambutnya.

(HR. Bukhori dalam shahih secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi).

Telah diriwayatkan Samurah bin Jundab rodliyallahu anhu berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:

“setiap anak yang dilahirkan telah tergadai dengan aqiqahnya, yakni seekor kambing yang disembelih baginya yang dilakukan tepat hari ketujuh kelahirannya, kemudian sang anak diberi nama lalu rambutnya dicukur.” (Hadits Riwayat  Tirmidzi, Abu Daud, dan juga Ibnu Majah)

Sebagai penjelasan hadits diatas, yang telah mengutip dari penjelasan al Allamah Ibnu Qayyim di dalam kitabnya, Zad Al Ma’ad:

Imam Ahmad berkata, “makna dari hadits tersebut yang dimaksud disini adalah bahwa anak yang baru lahir terhalangi untuk memberi syafaat orang tua. Sementara untuk kata tergadai berarti tertahan, Allah swt berfirman:

“setiap diri tertahan sehingga harus mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya.” (Al-Qur’an Surat Al Muddatsir: 38).

Keutamaan Aqiqah

Beberapa macam keutamaan yang akan didapatkan dari dilaksanakannya aqiqah adalah sebagai berikut:

Kita akan mendapatkan pahala karena sudah melaksanakan sunah rasul. Karena saat melaksanakan sunah rasul hal ini sama saja kita telah membuktikan bahwa diri kita mencintai Islam dan mencintai Nabi Muhammad.

Menghilangkan kotoran dan juga penyakit, meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Meningkatkan rasa cinta kasih dan sosial sesama muslim, Sebagai sarana mendoakan sang bayi

Sebagai salah satu wujud ibadah kita pada Allah, di dalam aqiqah terdapat syarat yang harus dipenuhi. Karena tidak mungkin dilakukan sebuah ibadah jika tanpa adanya syarat yang harus dipenuhi.

Maka dari itu dengan adanya syarat kambing dan domba aqiqah ini kita bisa melaksanakan aqiqah dengan benar dan mendapatkan pahala dari Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami Via Whatsapp