Syarat Kambing Aqiqah Menurut Islam

Syarat Kambing Aqiqah Menurut Islam

Syarat Kambing Aqiqah – Orang tua akan sangat bahagia melihat buah hatinya lahir ke dunia ini. Sebagai salah satu wujud kebahagiaan dari orang tua yang dikaruniai anak, maka sebaiknya melakukan aqiqah untuk menebus kelahiran dari anaknya tersebut.

Cek disini: Jasa Aqiqah

Lalu seperti apa syarat kambing aqiqah yang baik dan benar menurut Islam itu? Kita akan simak penjelasannya di dalam artikel ini selengkapnya.

Seperti halnya ketika Idul Adha, untuk syarat kambing aqiqah ini juga sama seperti dengan kambing yang harus dikurbankan. Syarat sah itu meliputi jenis hewan yang diaqiqahkan, syarat fisik kambing aqiqah, umur kambing, dan lainnya.

Bagi setiap muslim penting sekali melaksanakan aqiqah sebagai sebuah ibadah yang sesuai dengan syariat Islam. Dengan cara mengikuti contoh sunnah Rasul.

Syarat Kambing Aqiqah Sesuai Sunnah

syarat kambing aqiqah

Hukum untuk melakukan aqiqah ini yaitu Sunnah muakkad. Untuk anda yang mampu, bisa melaksanakan aqiqah saat hari ke 7 kelahiran anak. Dan ini hukumnya wajib. Akan tetapi jika anda tak mempu, bisa diganti ketika anak sudah besar. Bisa saja saat anak laki laki khitanan atau saat anak perempuan menikah.

Untuk aqiqah kambing jantan, maka syaratnya kambing tidak boleh cacat dan dalam kondisi yang sehat. Yaitu tidak buta atau hilang sebagian kupingnya.

Misalnya besar sebelah tanduknya. Kambingnya juga harus gemuk dan tak boleh kambing yang kurus. Dan yang terakhir, umur kambing harus yang sudah berusia 1 tahun sempurna dan tak boleh kurang.

Sebenarnya untuk jenis kambing bisa menggunakan kambing jantan ataupun kambing betina. Asalkan untuk kambing betina yang disembelih tidak boleh yang sedang dalam keadaan hamil.

Meski memang untuk aqiqah kambing betina ada yang mengatakan tidak boleh dilakukan. Namun menurut syariat ternyata boleh dilakukan berdasarkan hadits Kifayatul Akhyar juz II halaman 236.

Yang artinya sebagai berikut: “Ketahuilah, sebenarnya dalam keabsahan dan kebolehan qurban atau aqiqah tak ada perbedaan baik itu antara ternak yang betina ataupun ternak yang jantan jika umurnya sudah mencukupi”.

Syarat Kambing Aqiqah Berumur

syarat kambing aqiqah

Sebenarnya tak ada hadits khusus yang menjelaskan mengenai syarat sah kambing yang nantinya akan digunakan sebagai hewan aqiqah. Tipe hewan yang digunakan sebagai hewan aqiqah yaknijenis hewan mamalia yang kecil seperti domba, kambing dan biri- biri.

Untuk kategori jenis kelamin kambingnya boleh jantan ataupun betina. Sedangkan untuk umurnya, untuk domba atau biri-biri saat umurnya cukup satu tahun atau kurang sedikit.

Sementara kambing umurnya cukup dua tahun dan masuk tahun ketiga. Hewan kambing yang diaqiqahkan harus yang kondisinya sehat dan bagus, jangan memilih kambing yang cacat dan sedang sakit.

Dibawah ini menjelaskan umur yang cukup digunakan untuk aqiqah. Yakni limatahun umur untuk unta, untuk sapi umurnya dua tahun, satu tahun untuk ma’iz, dan enam bulan untuk umur dho’n.

Berdasarkan argumen ini, tak diwajibkan memotong hewan yang mahal harga hewannya. Yang paling penting yaitu, aqiqah dengan syarat seperti umur kambing aqiqah yang telah mencukupi qurban yakni tercapainya umur dan telah bebas dari aib.

Lebih lengkap disini

6 Dalil Ketentuan Hewan Aqiqah

syarat kambing aqiqah

Di bawah ini adalah ketentuan hewan aqiqah yang terdapat dalam 6 dalil hadits shohih:

1. Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani].

2. Hadist dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

3. Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan].

4. Hadist dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Menaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied].

5. Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” [Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdur Razaq (4/330), dan shahihkan oleh al-Hakim (4/238)].

6. Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits iwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil].

Tata Cara Penyembelihan Hewan Aqiqah

Selanjutnya untuk tata cara dalam penyembelihan hewan aqiqah haruslah disesuaikan dengan tuntunan serta syariat ajaran agama Islam. Yaitu:

  1.  Diawali dengan membaca Basmallah
  2. Membaca Shalawat Nabi
  3. Dilanjutkan membaca Takbir
  4. Hewan disembelih sendiri, jika diwakilkan maka sebaiknya menyaksikan proses penyembelihannya.
  5. Membaca doa untuk penyembelihan aqiqah
  6. Hewan yang akan disembelih kemudian dihadapkan ke arah kiblat dengan posisi yang dimiringkan, rusuk kiri berasa di sebelah kanan.
  7. Daging kambing yang sudah dimasak kemudian dibagikan kepada semua tetangga dan juga orang miskin.
  8. Dilaksanakan di hari ke-7 atau ke-14, ke 21 atau di hari kelahiran sang anak.
  9. Ketika pelaksanakan aqiqah juga sebaiknya dilakukan cukur atau potong rambut bayi dan juga diberi nama yang terbaik.

Agar dapat mempermudah anda untuk melaksanakan aqiqah, sebaiknya pilih hewan yang bagus dan sempurna.

Hikmah Melaksanakan Aqiqah

Ketika anda melaksanakan aqiqah, maka menurut Syaikh Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad Fil Islam mempunyai berbagai macam hikmah yang terkandung di dalamnya. Diantaranya adalah:

1. Untuk menghidupkan sunnah nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam untuk meneladani Nabi Ibrahim alaihissala, ketika Allah SWT menebus putra Ibrahim yaitu Ismail alaihissalam.

2. Di dalam pelaksanaan aqiqah terkandung unsur perlindungan dari syaithan yang bisa mengganggu anak yang telah terlahir tersebut. Hal ini sesuai dengan makna hadits yang artinya seperti berikut ini: ” Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya.” Jadi, anak yang sudah ditunaikan aqiqahnya maka insya Allah bisa lebih terlindungi dari gangguan syaithan yang memang sering mengganggu anak- anak. Hal inilah yang telah dimaksud oleh Al Imam Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah,” Lepasnya dia dari jeratan syaithan tergadai oleh aqiqahnya.”

3. Aqiqah sendiri merupakan tebusan hutang anak agar dapat memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya nanti di hari perhitungan tiba. Seperti yang Imam Ahmad katakan,”Dia tergadai dan telah memberikan Syafaat untuk kedua orang tuanya (dengan menggunakan aqiqahnya).”

4. Pelaksanaan aqiqah ini adalah sebagai sarana untuk menampakkan rasa yang gembira dalam melaksanakan syari’at agama Islam dan bertambahnya keturunan umat mukmin yang nantinya akan memperbanyak umat Rasulullah di hari kiamat.

5. Aqiqah bisa memperkuat tali persaudaraan yang ada di antara masyarakat.

Cek juga: Paket Aqiqah Jakarta

Penjelasan mengenai syarat kambing aqiqah yang lengkap ini bisa anda jadikan sebagai pedoman untuk pelaksanaan aqiqah putra putri anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami Via Whatsapp