Mengetahui Pengertian, Hukum Aqiqah, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Mengetahui Pengertian, Hukum Aqiqah, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Hukum Aqiqah – Kelahiran seorang anak memang terasa sangat menyenangkan untuk kedua orang tua. Sebab, salah satu tujuan dari berkeluarga yaitu memiliki keturunan yang bisa membuat hati menjadi lebih sejuk.

Akan tetapi, untuk setiap anak yang lahir didalam keluarga pastinya memiliki suatu kewajiban yang sebaiknya dipenuhi oleh setiap orang tua muslim yang sebaiknya dijalankan. Dan tiap orang tua yang mempunyai anak didalam keluarga mereka mempunyai kewajiban untuk melakukan aqiqah pada anak – anak yang mereka lahirkan.

Aqiqah atau akikah adalah perayaan dengan cara menyembelih kambing yang dilakukan untuk bentuk dari rasa syukur sebab bayi yang baru dilahirkan. Untuk persyaratan dari jumlah kambing yang akan di sembelih untuk bayi laki-laki dan perempuan memang memiliki ketentuan yang berbeda.

Diantaranya yaitu 1 ekor kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki. Berikut ini, akan diulas mengenai hukum aqiqah, dan juga berbagai macam hal penting mengenai aqiqah dalam Islam.

Hukum Aqiqah dan Tuntunan Pelaksanaan

hukum aqiqah

Berikut ini merupakan hukum yang diikuti dengan tuntunan dalam melaksanakan aqiqah, yaitu:

Aqiqah Merupakan Syairat Islam

Aqiqah merupakan satu yang telah disyariatkan pada agama Islam dan ada juga beberapa dalil yang mengatakan yaitu dalam hadits Rasulullah SAW yang berkata bahwa“setiap anak akan tertuntut dengan aqiqahnya”.

Hukum Aqiqah Merupakan Sunnah

hukum aqiqah

Perlu anda ketahui, jika hukum aqiqah termasuk sunnah. Dan ketentuan ini juga sesuai dengan pandangan yang ada dari kebanyakan ulama. Misalnya saja seperti Imam Malik, Imam Syafi’i serta Imam Ahmad yang telah didasari dengan beberapa dalil.

Para ulama tidak menyebutkan jika hukum aqiqah ini wajib dengan membuat penyataan. Apabila seandainya aqiqah adalah wajib, maka kewajiban ini menjadi hal yang telah diketahui oleh agama dan juga Rasulullah juga pastinya telah memberikan keterangan mengenai kewajiban itu.

Sejumlah ulama seperti Imam Laits serta Imam Al-Bashri ini juga telah mengungkapkan pendapat apabila hukum dari aqiqah tersebut merupakan wajib berdasarkan dari 1 hadits, yaitu “Kullu ghulamin murtahanun bi ‘aqiqatihi’” yang diartikan dengan setiap anak akan tertuntut dengan aqiqah.

Tidak Mematahkan Tulang Sembelihan

Dan ketika anda sedang dalam proses menyembelih, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya yakni tidak boleh mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang terkandung yaitu tafa’ul. Yang mana berharap mengenai  keselamatan tubuh dan juga anggota badan dari anak yang diaqiqahi tersebut.

Hewan Sembelihan Tidak Boleh Cacat

Aqiqah  akan dinilai sah jika pelaksaannya sudah memenuhi syarat dari hewan qurban. Salah satunya yakni tidak cacat serta hewan tersebut sudah masuk ke usia yang sudah disyaratkan dalam Islam. Aqiqah merupakan menyembelih pada saat  hari ke-7 sejak kelahiran bayi yang bertujuan untuk bersyukur pada Allah SWT.

Namun, selain kambing, sapi maupun unta juga diperbolehkan. Akan tetapi dengan syarat hanya 1 unta maupun 1 sapi untuk 1 orang anak saja.  Akan tetapi, beberapa ulama ada yang memiliki pendapat apabila aqiqah yang diperbolehkan  yaitu hanya memakai hewan berupa kambing saja. Karena, hal tersebut telah sesuai dengan dalil Rasulullah SAW.

Aqiqah Berarti Tali Belenggu Anak

Aqiqah juga bisa diartikan sebagai terbebasnya anak dari tali belenggu yang menjadi penghalang anak tersebut dalam memberikan syafaat pada orangtua. Selain itu, aqiqah juga merupakan hal untuk menjalankan syair Islam.

Ketika akan menyembelih, maka sebaiknya anda berniat untuk melakukan aqiqah dengan menyebut nama bayi dan juga dilanjutkan dengan nama bapaknya. Kemudian untuk bumbu untuk memasak harus lebih manis, hal ini ditujukan supaya akhlaknya juga manis dan memang menjadi kesukaan dari Rasulullah yaitu manis dan juga madu.

Hukum Aqiqah Mencukur Rambut 

Mencukur rambut pada umumnya dilakukan setelah proses aqiqah selesai dilakukan. Seperti halnya pada haji, yang mana tahallul itu dilakukan sesudah qurban. Rambut yang telah terpotong tersebut akan dikumpulkan, kemudian nantinya bisa ditimbang dan beratnya bisa dikonversikan dengan emas maupun dengan menggunakan perak.

Rasulullah  SAW telah memberikan perintah pada Sayyidah Fathimah supaya dirinya  menimbang rambut Sayyidina Husein serta bersadaqah emas yang beratnya sama dengan berat rambut. Dan anda juga bisa memberikan hadiah khusus berupa paha atau kaki kambing pada bidan yang telah menolong kelahiran.

Melanjutkan Dengan Tahnik

Setelah melakukan proses memotong rambut, maka dilanjutkan lagi dengan memasukkan sesuatu yang manis pada dalam  mulut bayi. Para Sahabat memiliki kebiasaan apabila bayi yang baru saja lahir, selanjutnya akan dibawa ke hadapan Rasulullah SAW.

Beliau selanjutnya akan memerintahkan untuk diambilkan kurma, kemudian mengunyahnya sampai halus dan juga mengambil sedikit dari mulut-Nya. Kemudian bisa memberikannya pada mulut bayi dengan cara menyentuh langit-langit mulut bayi. Dengan demikian bisa akan langsung di hisap.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Kewajiban aqiqah ini termasuk suatu tanggung jawab yang telah dibebankan kepada orang tua dari anak yang dilahirkannya tersebut. Akan tetapi, jika orang tuanya belum bisa menyembelihkan aqiqah untuk anakanya sampai dengan dia berusia dewasa, maka dia dapat menyembelih hewan aqiqah untuk dirinya sendirinya.

Aqiqah ini juga termasuk bentuk dari pendekatan diri seseorang pada Allah SWT dan juga sebagai bentuk ungkapan syukur. Sebab anugerah yang telah Allah berikan dengan lahirnya seorang anak.

Aqiqah juga dikatakan sebagai cara untuk menunjukkan perasaan gembira pada waktu melakukan syariat Islam. Kemudian juga dapat menambah keturunan umat islam. Denga begitu, umat Rasulullah SAW ini dapat menjadi semakin di perbanyak hingga pada hari kiamat datang.

Ketentuan Hewan Aqiqah

Bagi orang tua yang hendak mengakikah anaknya , pastinya memerlukan hewan aqiqah yang penting untuk dijadikan sebagai syarat dalam melakukan aqiqah. Hewan aqiqah yang dibutuhkan untuk bayi laki-laki lain halnya dengan hewan aqiqah untuk anak perempuan.

Pada Aqiqah untuk anak laki-laki sebaiknya atau disunnah dengan menyembelih sebanyak dua ekor kambing. Jika dirasa tidak sanggup, maka boleh cukup dengan satu ekor saja.

Meskipun begitu, aqiqah itu sudah dianggap sah. Sedangkan untuk aqiqah anak perempuan bisa dengan jumlah sebanyak satu ekor kambing atau domba yang sudah memenuhi syarat sebagai hewan aqiqah.

Doa Aqiqah

Ketika menyembelih hewan aqiqah, maka dianjurkan untuk membaca sebagaimana yang telah disyari’atkan pada qurban. Untuk tuntunan membacanya yaitu, Bismillah, Takbir “Allahu akbar”, dan Aqiqah (dengan cara menyebutkan nama anak yang diaqiqahi).

Pembagian Daging Aqiqah

Dan untuk daging hewan aqiqah, sebagian ulama mengatakan jika pembagiannya hampir sama dengan pembagian daging qurban. Yaitu bisa dimakan oleh keluarga yang diaqiqahkan. Ada juga sebagiannya lagi dibagikan untuk fakir miskin dan tetangga.

Jika keluarga dari yang diaqiqahkan tidak mengkonsumsi dan memberikan ssemuanya kepada fakir miskin, hal tersebut tetap dibolehkan dan tidak halangan untuk itu.

Daging aqiqah ini juga disunnah dibagikan pada waktu keadaan sudah matang atau sudah dimasak. Lain halnya dengan pembagian daging qurban yang lebih dianjurkan pada saat keadaan mentah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp Hubungi Kami Via Whatsapp