Daftar Menu Mpasi 6 Bulan Minggu Pertama Pada Bayi

Daftar Menu Mpasi 6 Bulan Minggu Pertama Pada Bayi

Menu Mpasi 6 Bulan – Pada saat bayi mulai menginjak usia 6 bulan, maka peran ibu sangat penting. Karena usia tersebut bayi mulai diberikan makanan pendamping sebagai proses pertumbuhan. Pada usia 6 bulan tersebut, merupakan periode awal bagi bagi yang akan menerima makanan tambahan.

Makanan tambahan tersebut biasa disebut sebagai makanan pendamping ASI atau MPASI. Nah, dalam artikel ini kami akan membahas mengenai daftar menu mpasi 6 bulan minggu pertama bayi.

Pada saat bayi tersebut sudah menginjak usia 6 bulan, maka perlu mendapatkan gizi yang cukup. Hal ini untuk dapat menunjang pertumbuhan serta perkembangan otak bayi. Memberikan MPASI sebaiknya yang mempunyai kandungan berbagai nutrisi serta gizi banyak.

Daftar Menu Mpasi 6 Bulan Minggu Pertama

Menu Mpasi 6 Bulan

Pemberian MPASI bagi bayi yang menginjak usia 6 bulan ini memang sangat penting. Hal tersebut karena kebutuhan nutrisi dan gizi bayi sudah semakin meningkat serta tidak cukup hanya memberikan ASI. Mempersiapkan daftar menu Mpasi 6 bulan minggu pertama ini memang perlu dilakukan.

Puree Kentang Susu

Untuk hari pertama sebaiknya anda memperkenalkan menu satu jenis makanan terlebih dahulu. Puree kentang susu ini cocok bagi bayi untuk disajikan di hari pertamanya. Resep MPASI yang mudah dilakukan serta mempunyai gizi yang tinggi.

Caranya yaitu dengan mencuci kentang dan potong, kemudian kukuslah hingga 15 menit. Setelah itu ulek kentang kemudian tambahkan ASIP dan aduk rata.

Menu Mpasi 6 Bulan dengan Bubur Beras Merah Tahu

Hari kedua yaitu anda dapat memberikan makanan yang diselingi dengan rasa gurih. Anda dapat membuat makanan beras merah dengan campuran tahu. Beras merah tersebut mengandung serat dan baik untuk pencernaan bayi serta rendah gula.

Menu Mpasi 6 Bulan dengan Bubur Beras Susu

Makanan sederhana namun mempunyai gizi yang tinggi. Anda juga dapat membuat makanan bubur beras susu ini sebagai makanan pada hari ketiga.

Bahannya sangat sederhana serta proses memasaknya juga ringakas dan cepat. Hanya dengan mencampurkan tepung beras, air putih dan ASIP. Kemudian dimasak atau dipanaskan.

Bubur Kentang, Ayam Kampung Dan Bayam

Makanan satu ini merupakan jenis makanan yang mengandung karbohidrat dan cocok untuk hari ke empat. Kandungan dari gula bagus bagi asupan bayi anda. Sebagai salah satu sumber proteinnya, anda dapat menambahkan ayam dalam masakan tersebut.

Jangan lupa untuk menambahkan beberapa sayuran sebagai sumber vitamin bagi bayi. Bayam merupakan salah satu zat besi yang bagus bagi pertumbuhan tulang bayi.

Puree Alpukat dan Pisang

Pada hari kelima, anda dapat memberikan makanan tersebut. Buah alpukat sangat kaya akan lemak serta baik bagi perkembangan bayi. Pisang juga mempunyai kandungan vitamin yang tinggi bagi bayi.

Kombinasi kedua buah tersebut dapat menghasilkan rasa manis dan enak. Teksturnya juga mudah untuk ditelan bayi pada usia 6 bulan.

Puree Ubi Merah, Jagung dan Wortel

Perpaduan daru ubi merah, jagung serta wortel ini cocok bagi bayi anda untuk makanan hari keenam. Ketiga kombinasi tersebut akan menghasilkan rasa yang nikmat. Ketiganya juga mempunyai asupan karbohidrat serta protein yang bagus bagi bayi anda.

Puree Apel dan Pir

Menu Mpasi 6 Bulan

Hari ketujuh, anda dapat memberikan apel dan pir. Kombinasi kedua buah tersebut dapat memberikan kesegaran serta rasa baru yang dapat dipelajari oleh bayi. Kedua buah tersebut juga mempunyai kandungan vitamin C yang tinggi dan baik bagi kekebalan tubuh bayi.

Daftar menu Mpasi 6 bulan minggu pertama diatas dapat anda gunakan sebagai menu makanan si kecil. Semoga resep MPASI minggu pertama diatas di sukai oleh si kecil dan bermanfaat bagi pertumbuhannya.

Mengetahui Pengertian, Hukum Aqiqah, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Mengetahui Pengertian, Hukum Aqiqah, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Hukum Aqiqah – Kelahiran seorang anak memang terasa sangat menyenangkan untuk kedua orang tua. Sebab, salah satu tujuan dari berkeluarga yaitu memiliki keturunan yang bisa membuat hati menjadi lebih sejuk.

Akan tetapi, untuk setiap anak yang lahir didalam keluarga pastinya memiliki suatu kewajiban yang sebaiknya dipenuhi oleh setiap orang tua muslim yang sebaiknya dijalankan. Dan tiap orang tua yang mempunyai anak didalam keluarga mereka mempunyai kewajiban untuk melakukan aqiqah pada anak – anak yang mereka lahirkan.

Aqiqah atau akikah adalah perayaan dengan cara menyembelih kambing yang dilakukan untuk bentuk dari rasa syukur sebab bayi yang baru dilahirkan. Untuk persyaratan dari jumlah kambing yang akan di sembelih untuk bayi laki-laki dan perempuan memang memiliki ketentuan yang berbeda.

Diantaranya yaitu 1 ekor kambing untuk anak perempuan dan 2 ekor kambing untuk anak laki-laki. Berikut ini, akan diulas mengenai hukum aqiqah, dan juga berbagai macam hal penting mengenai aqiqah dalam Islam.

Hukum Aqiqah dan Tuntunan Pelaksanaan

hukum aqiqah

Berikut ini merupakan hukum yang diikuti dengan tuntunan dalam melaksanakan aqiqah, yaitu:

Aqiqah Merupakan Syairat Islam

Aqiqah merupakan satu yang telah disyariatkan pada agama Islam dan ada juga beberapa dalil yang mengatakan yaitu dalam hadits Rasulullah SAW yang berkata bahwa“setiap anak akan tertuntut dengan aqiqahnya”.

Hukum Aqiqah Merupakan Sunnah

hukum aqiqah

Perlu anda ketahui, jika hukum aqiqah termasuk sunnah. Dan ketentuan ini juga sesuai dengan pandangan yang ada dari kebanyakan ulama. Misalnya saja seperti Imam Malik, Imam Syafi’i serta Imam Ahmad yang telah didasari dengan beberapa dalil.

Para ulama tidak menyebutkan jika hukum aqiqah ini wajib dengan membuat penyataan. Apabila seandainya aqiqah adalah wajib, maka kewajiban ini menjadi hal yang telah diketahui oleh agama dan juga Rasulullah juga pastinya telah memberikan keterangan mengenai kewajiban itu.

Sejumlah ulama seperti Imam Laits serta Imam Al-Bashri ini juga telah mengungkapkan pendapat apabila hukum dari aqiqah tersebut merupakan wajib berdasarkan dari 1 hadits, yaitu “Kullu ghulamin murtahanun bi ‘aqiqatihi’” yang diartikan dengan setiap anak akan tertuntut dengan aqiqah.

Tidak Mematahkan Tulang Sembelihan

Dan ketika anda sedang dalam proses menyembelih, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya yakni tidak boleh mematahkan tulang dari sembelihan dengan hikmah yang terkandung yaitu tafa’ul. Yang mana berharap mengenai  keselamatan tubuh dan juga anggota badan dari anak yang diaqiqahi tersebut.

Hewan Sembelihan Tidak Boleh Cacat

Aqiqah  akan dinilai sah jika pelaksaannya sudah memenuhi syarat dari hewan qurban. Salah satunya yakni tidak cacat serta hewan tersebut sudah masuk ke usia yang sudah disyaratkan dalam Islam. Aqiqah merupakan menyembelih pada saat  hari ke-7 sejak kelahiran bayi yang bertujuan untuk bersyukur pada Allah SWT.

Namun, selain kambing, sapi maupun unta juga diperbolehkan. Akan tetapi dengan syarat hanya 1 unta maupun 1 sapi untuk 1 orang anak saja.  Akan tetapi, beberapa ulama ada yang memiliki pendapat apabila aqiqah yang diperbolehkan  yaitu hanya memakai hewan berupa kambing saja. Karena, hal tersebut telah sesuai dengan dalil Rasulullah SAW.

Aqiqah Berarti Tali Belenggu Anak

Aqiqah juga bisa diartikan sebagai terbebasnya anak dari tali belenggu yang menjadi penghalang anak tersebut dalam memberikan syafaat pada orangtua. Selain itu, aqiqah juga merupakan hal untuk menjalankan syair Islam.

Ketika akan menyembelih, maka sebaiknya anda berniat untuk melakukan aqiqah dengan menyebut nama bayi dan juga dilanjutkan dengan nama bapaknya. Kemudian untuk bumbu untuk memasak harus lebih manis, hal ini ditujukan supaya akhlaknya juga manis dan memang menjadi kesukaan dari Rasulullah yaitu manis dan juga madu.

Hukum Aqiqah Mencukur Rambut 

Mencukur rambut pada umumnya dilakukan setelah proses aqiqah selesai dilakukan. Seperti halnya pada haji, yang mana tahallul itu dilakukan sesudah qurban. Rambut yang telah terpotong tersebut akan dikumpulkan, kemudian nantinya bisa ditimbang dan beratnya bisa dikonversikan dengan emas maupun dengan menggunakan perak.

Rasulullah  SAW telah memberikan perintah pada Sayyidah Fathimah supaya dirinya  menimbang rambut Sayyidina Husein serta bersadaqah emas yang beratnya sama dengan berat rambut. Dan anda juga bisa memberikan hadiah khusus berupa paha atau kaki kambing pada bidan yang telah menolong kelahiran.

Melanjutkan Dengan Tahnik

Setelah melakukan proses memotong rambut, maka dilanjutkan lagi dengan memasukkan sesuatu yang manis pada dalam  mulut bayi. Para Sahabat memiliki kebiasaan apabila bayi yang baru saja lahir, selanjutnya akan dibawa ke hadapan Rasulullah SAW.

Beliau selanjutnya akan memerintahkan untuk diambilkan kurma, kemudian mengunyahnya sampai halus dan juga mengambil sedikit dari mulut-Nya. Kemudian bisa memberikannya pada mulut bayi dengan cara menyentuh langit-langit mulut bayi. Dengan demikian bisa akan langsung di hisap.

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa

Kewajiban aqiqah ini termasuk suatu tanggung jawab yang telah dibebankan kepada orang tua dari anak yang dilahirkannya tersebut. Akan tetapi, jika orang tuanya belum bisa menyembelihkan aqiqah untuk anakanya sampai dengan dia berusia dewasa, maka dia dapat menyembelih hewan aqiqah untuk dirinya sendirinya.

Aqiqah ini juga termasuk bentuk dari pendekatan diri seseorang pada Allah SWT dan juga sebagai bentuk ungkapan syukur. Sebab anugerah yang telah Allah berikan dengan lahirnya seorang anak.

Aqiqah juga dikatakan sebagai cara untuk menunjukkan perasaan gembira pada waktu melakukan syariat Islam. Kemudian juga dapat menambah keturunan umat islam. Denga begitu, umat Rasulullah SAW ini dapat menjadi semakin di perbanyak hingga pada hari kiamat datang.

Ketentuan Hewan Aqiqah

Bagi orang tua yang hendak mengakikah anaknya , pastinya memerlukan hewan aqiqah yang penting untuk dijadikan sebagai syarat dalam melakukan aqiqah. Hewan aqiqah yang dibutuhkan untuk bayi laki-laki lain halnya dengan hewan aqiqah untuk anak perempuan.

Pada Aqiqah untuk anak laki-laki sebaiknya atau disunnah dengan menyembelih sebanyak dua ekor kambing. Jika dirasa tidak sanggup, maka boleh cukup dengan satu ekor saja.

Meskipun begitu, aqiqah itu sudah dianggap sah. Sedangkan untuk aqiqah anak perempuan bisa dengan jumlah sebanyak satu ekor kambing atau domba yang sudah memenuhi syarat sebagai hewan aqiqah.

Doa Aqiqah

Ketika menyembelih hewan aqiqah, maka dianjurkan untuk membaca sebagaimana yang telah disyari’atkan pada qurban. Untuk tuntunan membacanya yaitu, Bismillah, Takbir “Allahu akbar”, dan Aqiqah (dengan cara menyebutkan nama anak yang diaqiqahi).

Pembagian Daging Aqiqah

Dan untuk daging hewan aqiqah, sebagian ulama mengatakan jika pembagiannya hampir sama dengan pembagian daging qurban. Yaitu bisa dimakan oleh keluarga yang diaqiqahkan. Ada juga sebagiannya lagi dibagikan untuk fakir miskin dan tetangga.

Jika keluarga dari yang diaqiqahkan tidak mengkonsumsi dan memberikan ssemuanya kepada fakir miskin, hal tersebut tetap dibolehkan dan tidak halangan untuk itu.

Daging aqiqah ini juga disunnah dibagikan pada waktu keadaan sudah matang atau sudah dimasak. Lain halnya dengan pembagian daging qurban yang lebih dianjurkan pada saat keadaan mentah.

Doa Aqiqah Paling Lengkap Dengan Terjemahannya

Doa Aqiqah Paling Lengkap Dengan Terjemahannya

Doa Aqiqah – Sebuah doa merupakan permohonan kepada Allah untuk bisa mendapatkan sebuah kebaikan dan juga kemaslahatan agar selalu berada di sisi-Nya.

Untuk itu, saat seseorang akan melaksanakan aqiqah, maka Diwajibkan untuknya agar membaca doa aqiqah yang dipanjatkan sebagai harapan dan juga permohonan yang ditujukan kepada Tuhan.

Seperti yang kita tahu bahwa aqiqah adalah sunnah Rasul yang memiliki definisi sebagai penyembelihan hewan untuk penebusan seorang anak.

Doa aqiqah yang dipanjatkan menjadi wujud harapan dari orang tua untuk anaknya supaya senantiasa memperoleh karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Untuk anda semua yang sekarang ini sudah sah menjadi orang tua dari anak anda, maka saat melakukan aqiqah sebaiknya membaca doa yang akan kami sampaikan selengkapnya di bawah ini.

Doa Aqiqah Lengkap

Doa Aqiqah Paling Lengkap Dengan Terjemahannya

Aqiqah menjadi amal ibadah sunnah yang memiliki syarat dan rukun yang jelas. Untuk memulai sebuah amal perbuatan apapun itu, maka setiap muslim dianjurkan untuk mengawalinya dengan niat yang baik.

Aqiqah pun juga demikian, harus diniatkan terlebih dahulu. Berikut ini merupakan contoh niat aqiqah yang hadir dalam bahasa Arab dan artinya:

أَللَّهُمَّ هَذِهِ عَقِيْقَةُ …..بْنِ/بِنْتِ فَتَقَبَّلْهَا

Niat aqiqah dalam bahasa latin:

Alloohumma haadzihii ‘aqiiqotu……bin/binti….fataqob-balhaa

Artinya:Ya Allah, ini merupakan aqiqah dari …bin/binti… terima lah ya Allah.”

Saat hendak menyembelih hewan yang akan dijadikan sebagai aqiqah, maka sebaiknya membaca doa di bawah ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللّهُم‍َّ رَبِّىْ, هَذِهِ عَقِيْقَةُ … بِنْ…. دَمُهَا بِدَمِهِ وَلَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَعَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَجِلْدُهَا بِجِلْدِهِ وَشَعْرُهَا بِشَعْرِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا فِدَاءً لِ…بن….مِنَ النَّارِ

Terjemahan:

Ya Allah, wahai Tuhan kami, hewan ini adalah aqiqah bagi…..(sebaiknya disebutkan nama putra yang diaqiqahi), dimana darah dari hewan aqiqah ini untuk menebus darah dari sang anak. Daging dari hewan aqiqah ini untuk menebus daging sang anak. Tulang hewan ini untuk menebus tulang dari sang anak, kulit hewan untuk menebus kulit anak, Dan juga bulu dari hewan ini adalah untuk menebus rambut dari sang anak. Ya Allah, semoga engkau jadikan aqiqah ini menjadi tebusan bagi… bin… (sebutkan namanya) agar terhindar dari neraka.

Hadits Doa Aqiqah

Doa Aqiqah Paling Lengkap Dengan Terjemahannya

Doa aqiqah saat menyembelih kambing hanya ditujukan pada Allah saja. Petunjuk mengenai tasmiyah atau membaca lafal Bismillah sudah kita ketahui bersama. Oleh sebab itu, doa ini juga diucapkan saat menyembelih hewan aqiqah. Sebab ini juga menjadi salah satu qurban yang telah disyariatkan dalam Islam.

Melaksanakan ibadah aqiqah yang syar’i bisa dilakukan dengan hukum aqiqah yang wajib. Ini menurut pendapat yang lebih kuat insya Allah. Ini berdasarkan pada sebuah hadits dimana Rasulullah SAW telah bersabda bahwa

“Setiap anak telah tergadaikan dengan aqiqahnya disembelihkan kambing pada hari ketujuh, diberikan nama yang baik dan dicukur rambutnya.” Hadits Riwayat Abu Daud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah dan Ahmad dari Samurah dan telah dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’:1165.

Untuk waktu pelaksanaan aqiqah sendiri di hari ke tujuh kelahiran anak. Selama memiliki kemampuan untuk melakukannya pada hari ke tujuh, maka sebaiknya diusahakan untuk melakukannya. Namun jika tidak memiliki kemampuan di hari ke tujuh maka bisa dilakukan setelahnya.

Untuk anak laki-laki sebanyak dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing. Ini telah dijelaskan sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan anak perempuan satu ekor kambing.” (Hadits Riwayat Abu Dawud, an-Nasai, Ahmad dan dishahihkan Syaikh al-Albani di dalam Irwa’:1166.

Doa Walimatul Aqiqah

Di bawah ini merupakan bacaan doa yang dilafalkan dalam walimatul aqiqah yang kami hadirkan lengkap dengan artinya:

بِسْمِ اللهِ الرّحمنِ الرّحِيمِ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيّدِناَ محمّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ, اَللّهُمَّ اُعِيْذُهُ بِالْوَاحِدِ الصَّمَدِ مِنْ شَرِّ كُلِّ ذِيْ حَسَـدٍ. اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْـطَانِ الرَّجِيْمِ. اَللّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا اْلوَلَدَ وَلَدًا صَالِحًا. اَللّهُـمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ السَّـلاَمَةَ فِى الدُّنْياَ وَالدِّيْنِ وَنَسْأَلُكَ الزِّيَادَةَ وَالْبَرَكَةَ فِى اْلعِلْـمِ وَارْزُقِ الْمَرْزُوْقِيْنَ. اِلَهِى اِنَّكَ قَدْ عَلَّمْتَ اَدَمَ اْلاَسْمَاءَ كُلَّهَا وَقَدْ اَمَرَنَا نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِإِحْسـَانِهَا فَهَا نَحْنُ نُسَمَّى هَذَا الْوَلَدَ بِاسْمِ يُنَاسِبُ اَهْلَ الْبَيْتِ… اِلَهِى اَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ وَعَلىَ دِيْنِ نَبِيِّناَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلَّةِ اَبِيْنَا اِبْرَاهِيْـمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ لِسَاناًذَاكِرًا وَقَلْبًا شَاكِرًا وَبَدَنًاصَابِرًا وَزَوْجَةً تُعِيْنُنَا فِى الدُّيْنَا وَاْلآخِرَةِ. وَنَعُوْذُبِكَ يَا رَبَّنَا مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيْناَ سَيِّدًا وَمِنِ امْرَاَةِ تُشَيِّبُنَا قَبْلَ وَقْتِ الْمَشِيْبِ وَمِنْ مَالٍ يَكُوْنَ عَذَابًا لَّنَا وَوَبَالاً عَلَيْنَا وَمِنْ جَارٍ اِنْ رَّآى مِنَّا حَسَنَةً كَتَمَهَا وَاِنْ رَّآى مِنَّا سَيِّئَةً اَفْشَاهًا. اَللّهُـمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا عَقِيْقَتَنَا رَبَّناَ, بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحمَ الرَّاحِمِـيْنَ. واَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمـِيْنَ.

Arti Doa Walimatul Aqiqah

Semoga salam dan juga rahmat selalu tercurahkan kepada junjungan kita semua Nabi besar Muhammad SAW. Teriring juga kepada seluruh keluarga beserta sahabatnya.

Ya Allah, hamba mohon perlindungan bagi anak ini hanya kepada-Mu sebagai tempat hamba meminta dan bergantung dari berbagai macam kejahatan setiap orang yang dengki.

Hamba mohon perlindungan-Mu ya Allah supaya ibu anak-anakku beserta keturunannya dapat terhindar dari syaitan yang terkutuk.

Ya, Allah semoga engkau selalu menjadikan anak ini seorang anak yang saleh. Ya Allah berikan penambahan serta keberkahan ilmu serta melimpahkan rizki pada orang-orang yang berkah.

Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau yang sudah mengajarkan semua nama-nama pada Nabi Adam. Dan sungguh, Nabi Muhammad SAW juga sudah memerintahkan kami agar memberikan nama pada anak ini dengan nama yang pantas di negeri ini…. (sebutkan nama anak).

Wahai Tuhan kami, kami atas kesucian Islam, di atas keikhlasan dan juga di atas agama Nabi Muhammad SAW. Dan di atas agama bapak kami Ibrahim, dimana dirinya adalah orang yang benar dan juga taat pada ajaran. Tidaklah Ibrahim termasuk oran yang mempersekutukan Allah.

Ya Allah, sungguh kami mohon pada-Mu supaya lisan kami selalu berdzikir, hati kami selalu bersyukur, badan kami bersabar, dan memohon supaya istri dapat menolong kami di dalam urusan dunia dan juga urusan akhirat.

Dan kami juga berlindung kepada-Mu, wahai Tuhan kami, dari anak yang telah diberikan kepada kami sebagai tuan. Berlindung dari istri yang menyebabkan tumbuh uban sebelum usia layak untuk beruban, juga dari harta yang dapat menyiksa dan menjadi bencana bagi kami.

Lindungi kami dari tetangga yang jika melihat kebaikan kami, maka ia menyimpan dan jika ia melihat keburukan kami maka ia menyebarkan keburukan.

Ya Allah, terimalah aqiqah kami, Dengan rahmat-Mu wahai Tuhan yang paling penyayang diantara para penyayang. Dan dengan segala puji hanya untuk Allah. Tuhan Semesta Alam.

Penutup

Biasanya setelah doa aqiqah tersebut dilafalkan dalam acara walimatul aqiqah, para tamu undangan diberi hidangan untuk dimakan. Dengan ini, orang tua bisa mengambil hikmah yang diterapkan dalam hidup sehari-hari. Dengan berbagi nikmat dan syukur dengan orang lain. Dan mendidik anak yang telah dilahirkannya.

Syarat Kambing dan Domba Aqiqah Menurut Syariat Islam

Syarat Kambing dan Domba Aqiqah Menurut Syariat Islam

Syarat Kambing Aqiqah – Kelahiran anak dalam Islam, tentu identik dengan yang namanya aqiqah anak. Umumnya aqiqah ini dilaksanakan di hari ke tujuh kelahiran anak.

Aqiqah sendiri merupakan pengurbanan hewan yang menjadi bentuk rasa syukur dari umat muslim kepada Allah SWT. Dalam aqiqah terdapat syarat kambing dan domba aqiqah yang bisa digunakan.

Dalam syarat kambing dan domba aqiqah ini menurut alim ulama Islam disamakan dengan hewan qurban. Syarat sah nya adalah jenis hewan aqiqah, umur kambing atau domba, syarat fisik kambing atau domba. Ini semua penting untuk diperhatikan agar aqiqah yang dilakukan sempurna.

Rasulullah SAW juga telah memerintahkan untuk menyembelih satu ekor kambing untuk anak perempuan dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Domba pun juga demikian.

Ketentuan Syarat Kambing dan Domba Aqiqah

Syarat Kambing dan Domba Aqiqah Menurut Syariat Islam

Tipe hewan yang diperlukan dalam aqiqah ini merupakan jenis hewan mamalia kecil seperti domba, kambing dan juga biri-biri. Untuk kategori jenis kelamin kambing yang digunakan untuk aqiqah ini adalah jantan atau betina.

Keduanya sama saja dan tidak menimbulkan masalah. Seperti sabda Nabi Muhammad Saw dari jalan Ummu Kurz, …tidak mudharat bagi kamu sekalian apakah kambing laki-laki ataukah kambing perempuan…”

Untuk umur kambing yang digunakan untuk aqiqah seperti telah dikiaskan dengan umur kambing yang digunakan untuk qurban. Yaitu untuk domba ataupun biri-biri cukup berumur satu tahun ataupun masih kurang sedikit juga bisa.

Sedangkan untuk umur kambing yang digunakan untuk aqiqah memiliki umur yang sudah cukup dua tahun dan telah masuk tahun ketiga. Kambing yang telah diaqiqahkan harus berupa kambing yang sehat dan bagus. Jangan pilih kambing yang sakit atau cacat.

Syarat Jumlah dan Jenis Kelamin

syarat kambing aqiqah

Di dalam pelaksanaan aqiqah, untuk syarat memotong kambing atau domba untuk aqiqah dilihat dari sisi jenis kelamin dan juga jumlahnya. Jika berdasarkan pada hadits nabi, maka untuk anak laki-laki memakai dua ekor kambing atau domba.

Sementara itu, untuk anak perempuan memakai satu ekor kambing atau domba saja. Tetapi ketika tidak mampu untuk melaksanakannya, maka dapat melaksanakannya dengan menggunakan satu ekor kambing yang dipakai untuk melaksanakan aqiqah dan anda bisa mendapat balasan pahalanya juga.

Lantas untuk syarat sah jenis kelamin kambing yang akan dipakai untuk aqiqah ini yang seperti apa? Untuk masalah jenis kelamin, sebenarnya tidak masalah apakah mau menggunakan kambing laki-laki atau perempuan.

Sebenarnya pemilihan jenis kelamin kambing untuk aqiqah diperbolehkan menggunakan kambing jantan atau betina. Ini sama saja, namun yang membedakan adalah jika menggunakan kambing betina, maka tidak boleh yang sedang dalam kondisi hamil.

Syarat Fisik Kambing dan Domba Untuk Aqiqah

Jika berpedoman pada pendapat ulama Salaf, maka syarat fisik dari kambing dan domba yang digunakan untuk aqiqah adalah sama seperti syarat fisik hewan qurban.

Kondisi fisik kambing atau domba harus berada dalam keadaan sehat, bebas penyakit, tidak cacat fisik dan berat timbangannya. Untuk kambing aqiqah jantan pilih kambing yang tidak cacat, tidak buta, Harus gemuk dan tidak boleh terlalu kurus.

Sebenarnya bukan kambing cacat yang tidak diperbolehkan dalam hal ini. Akan tetapi, jika kambing mempunyai tanduk yang patah atau gigi lepas dalam masa pergantian dan juga bulunya rontok.

Kambing sedang dalam kondisi sakit ringan atau sakit yang membahayakan hidup kambing untuk aqiqah.

Dalam memilih kambing untuk aqiqah yang memenuhi syarat sah memang bukan hal yang mudah. Sehingga kita harus benar-benar teliti dalam memilih hewan yang akan digunakan sebagai aqiqah.

Syarat Umur Kambing Aqiqah

Batasan umur dari kambing atau domba untuk aqiqah ini kita tidak boleh sembarangan. Kita haruslah merujuk kepada hadits Nabi Muhammad Saw. Hewan yang akan digunakan sebagai aqiqah jika belum mempunyai usia yang cukup, maka ini dapat berimplikasi terhadap ibadah aqiqah yang akan dilaksanakan menjadi sebuah amalan yang tidak sah. Seperti yang sudah disebutkan tadi bahwa syarat dari usia hewan untuk aqiqah sama dengan hewan qurban.

Di bawah ini terdapat kutipan hadits yang telah diriwayatkan oleh Muslim tentang umur hewan qurban. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu dirinya berkata, Rasulullah Saw telah bersabda:

“لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً, إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ اَلضَّأْنِ”

Terjemahan: ” Jangan diantara  kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika bagi kalian semua ditasa sulit maka kalian dapat menyembelih jadza’ah dari domba.” (HR Muslim 1963)

Musinnah

Yang dimaksud dengan Musinnah adalah kecukupan umur hewan yang akan disembelih. Di bawah ini merupakan rincian musinnah dari beberapa hewan yang bisa digunakan untuk qurban. Pada hari raya Idul Adha. Musinnah dari kambing yaitu sat kambing telah berusia 1 tahun dan sudah masuk usia tahun kedua.

Sementara itu, untuk musinnah dari sapi yaitu setelah berusia dua tahun dan telah masuk tahun ketiga. Musinnah hewan unta jika sudah genap lima tahun dan masuk tahun keenam.

Jadza’ah

Pengertian dari Jadza’ah merupakan domba yang sudah berusia enam bulan sampai dengan berumur satu tahun. Jika dilihat dari penjelasan tadi, umur kambing yang digunakan untuk aqiqah maka paling tidak harus memiliki usia lebih dari satu tahun.

Dimana anda dapat beraqiqah menggunakan berbagai macam jenis kambing seperti halnya kambing jawa, kambing etawa, kambing garut, domba, gibas, biri-biri, kambing benggala dan lain sebagainya.

Jika dalam mencari kambing yang usianya lebih dari satu tahun anda merasa kesulitan, maka anda bisa beraqiqah dengan menggunakan kambing atau domba yang memiliki usia kurang dari satu tahun atau yang usianya lebih dari 6 bulan untuk aqiqah.

Dengan cacatan ini hanya jika anda kesulitan mencari dan mendapatkan kambing musinnah.

Ukuran Kambing Untuk Aqiqah

Dalam hal aqiqah, maka ukuran hewan aqiqah seperti kambing atau domba yang digunakan adalah yang memiliki ukuran besar dan tidak kurus.

Memiliki berat badan yang bagus. Selain itu juga harus memenuhi syarat-syarat seperti yang telah dijelaskan tadi. Sehingga banyak dagingnya yang bisa dibagikan kepada penerimanya.

Sementara itu, untuk penyaluran daging kambing atau domba yang digunakan untuk aqiqah ini bisa dalam keadaan mentah ataupun matang.

Dengan mengadakan walimah ataupun hanya sekedar disalurkan, maka sebaiknya diutamakan dibagikan pada lingkungan bayi yang dibesarkan dengan tidak melupakan fakir miskin serta anak-anak yatim.

Perbedaan Syarat Kambing Aqiqah Dengan Kambing Qurban

Sebenarnya syarat kambing dan domba aqiqah dan juga qurban memiliki banyak persamaan. Persamaannya adalah sama-sama ritual yang dilakukan dengan cara penyembelihan hewan.

Dagingnya juga sama-sama boleh dimakan oleh yang menyembelihnya, walaupun sebaiknya diberikan kepada fakir miskin, namun boleh juga diberikan sebagai hadiah.

Sementara itu, perbedaan syarat kambing dan domba aqiqah dan qurban adalah berdasarkan informasi dari hujjah berdasarkan pendapat Imam As-Shan’ani, Imam Syaukani, dan juga Imam Ibnu Hazm bahwa hewan kambing atau domba untuk aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur atau usia tertentu atau harus tidak cacat seperti pada syarat kambing Idul Adha. Walaupun yang lebih utama adalah sebaiknya kambing atau domba yang tidak cacat.

Imam As-Shan’ani pada kitabnya Subulus Salam (4/1428) dirinya berkata :

“Pada lafadz syaatun (yang terdapat di dalam hadist sebelumnya) menunjukkan persyaratan kambing untuk aqiqah tidak sama dengan hewan kurban. Adapun orang yang telah menyamakan persyaratannya, mereka hanya berdalil dengan qiyas.”

Untuk waktu pelaksanaan aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi dan hari-hari lainnya. Akan tetapi untuk pelasanaan qurban dilaksanakan khusus pada bulan haji atau bulan Dzulhijah. Jadi tidak bisa setiap hari dilakukan penyembelihan hewan qurban.

Tujuan dan Manfaat Aqiqah

Ada banyak hadits yang meriwayatkan mengenai aqiqah ini. Dengan demikian, aqiqah menjadi sunnah dari Nabi Muhammad Saw. Jika anda melakukannya maka bisa mendapatkan pahala. Namun jika tidak melakukannya tentu tidak berdosa. Salah satu hadits yang meriwayatkan tentang aqiqah adalah:

Diriwayatkan dari Sulaiman ibn Amir Adh Dhaby radluyallahu Anhu berkata: Rasulullah saw bersabda:”anak yang baru saja lahir sebaiknya diaqiqahi. alirkan darah (disini yang dimaksud adalah menyembelih kambing) dan hilangkan kotoran dan penyakit yang menyertai diri anak denga mencukur rambutnya.

(HR. Bukhori dalam shahih secara mu’allaq (tanpa menyebutkan sanad) dan Thahawi menilai hadits itu sebagai hadits maushul. Hadits itu juga telah diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud, dan Turmudzi).

Telah diriwayatkan Samurah bin Jundab rodliyallahu anhu berkata: Rasulullah SAW telah bersabda:

“setiap anak yang dilahirkan telah tergadai dengan aqiqahnya, yakni seekor kambing yang disembelih baginya yang dilakukan tepat hari ketujuh kelahirannya, kemudian sang anak diberi nama lalu rambutnya dicukur.” (Hadits Riwayat  Tirmidzi, Abu Daud, dan juga Ibnu Majah)

Sebagai penjelasan hadits diatas, yang telah mengutip dari penjelasan al Allamah Ibnu Qayyim di dalam kitabnya, Zad Al Ma’ad:

Imam Ahmad berkata, “makna dari hadits tersebut yang dimaksud disini adalah bahwa anak yang baru lahir terhalangi untuk memberi syafaat orang tua. Sementara untuk kata tergadai berarti tertahan, Allah swt berfirman:

“setiap diri tertahan sehingga harus mempertanggungjawabkan apa yang diperbuatnya.” (Al-Qur’an Surat Al Muddatsir: 38).

Keutamaan Aqiqah

Beberapa macam keutamaan yang akan didapatkan dari dilaksanakannya aqiqah adalah sebagai berikut:

Kita akan mendapatkan pahala karena sudah melaksanakan sunah rasul. Karena saat melaksanakan sunah rasul hal ini sama saja kita telah membuktikan bahwa diri kita mencintai Islam dan mencintai Nabi Muhammad.

Menghilangkan kotoran dan juga penyakit, meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Meningkatkan rasa cinta kasih dan sosial sesama muslim, Sebagai sarana mendoakan sang bayi

Sebagai salah satu wujud ibadah kita pada Allah, di dalam aqiqah terdapat syarat yang harus dipenuhi. Karena tidak mungkin dilakukan sebuah ibadah jika tanpa adanya syarat yang harus dipenuhi.

Maka dari itu dengan adanya syarat kambing dan domba aqiqah ini kita bisa melaksanakan aqiqah dengan benar dan mendapatkan pahala dari Allah.

WhatsApp Hubungi Kami Via Whatsapp